Gaya Hidup Hijau Indonesia 2025: Tren Nyata yang Mengubah Cara Kita Hidup

Pesepeda mengenakan helm dan perlengkapan lengkap sedang minum dari botol saat bersepeda di jalanan, simbol gaya hidup aktif dan transportasi ramah lingkungan
Seorang pesepeda sedang bersepeda di jalanan sambil minum dari botol, mengenakan perlengkapan lengkap dan nomor lomba. Dalam artikel ini, bersepeda menjadi simbol gaya hidup hijau yang dipilih oleh generasi muda Indonesia untuk mengurangi emisi, menjaga kesehatan, dan mendukung transformasi ekologis. Foto/Ist

Kontenpositif.com – Pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih ramah lingkungan semakin nyata di Indonesia pada tahun 2025. Dari kebiasaan thrifting dan diet nabati hingga penggunaan energi terbarukan di rumah dan mobil listrik, generasi muda tampil sebagai penggerak utama transformasi gaya hidup hijau nasional. Berikut ini ulasannya tentang 7 gaya hidup Hijau Indonesia 2025:

Thrifting & Slow Fashion Ambil Alih Fast Fashion

Gen Z dan milenial menunjukkan tren kuat dalam memilih pakaian preloved atau thrift. Pasar seperti Pasar Senen di Jakarta dan Pasar Gedebage di Bandung semakin ramai dikunjungi, sementara brand lokal seperti Cotton Ink dan SukkhaCitta mulai mengusung material organik dan daur ulang.

Menurut survei Nielsen (2023), 73% milenial di Indonesia bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Riset Jakpat (2023) juga menunjukkan bahwa 78% Gen Z aktif menggunakan tas belanja kain atau tumbler stainless untuk mengurangi plastik.

Transportasi Hijau: Bersepeda, EV, atau Umum

Studi dari NREL menyebutkan bahwa bersepeda atau berjalan kaki untuk perjalanan pendek dapat mengurangi emisi hingga 25% per tahun. Sementara data dari LIPI menunjukkan bahwa beralih ke kendaraan listrik bisa memangkas emisi hingga 40%. Banyak anak muda kini memilih transportasi umum, sepeda, atau bahkan kendaraan listrik dan layanan ride-sharing demi kehidupan yang lebih bersih.

Zero Waste & Komunitas Bank Sampah

KKLH mencatat bahwa sampah domestik Indonesia mencapai lebih dari 40 juta ton per tahun, dengan hanya sekitar 60% yang terkelola. Setelah munculnya startup seperti Rekosistem, bank sampah rumahan kini hadir di banyak RW, membantu proses daur ulang dan menurunkan timbulan sampah hingga 60%.

Studi arXiv (2025) mencatat bahwa faktor paling kuat dalam partisipasi zero-waste individu adalah kepercayaan diri dalam memilah dan mendaur ulang sampah di rumah.

Konsumsi Makanan Berkelanjutan

Beralih ke makanan nabati seperti tempe, tahu, dan sayur lokal terbukti dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Tren pangan organik dan zero-waste juga semakin populer di kalangan konsumen muda Indonesia, yang kini lebih memilih kemasan minimal dan bahan lokal.

Hunian Eco-Friendly & Ruang Hijau Perkotaan

Pengembang besar seperti Astra Property dan Sinarmas Land mulai meluncurkan perumahan berkonsep eco-friendly. Di kota seperti Jakarta, proyek seperti Jakarta Garden City menerapkan penghijauan, irigasi hemat air, serta desain bangunan pasif untuk efisiensi energi.

Edukasi Digital & Aktivisme Lingkungan

Gen Z memanfaatkan media sosial untuk kampanye #ZeroWaste dan #EcoLiving, berbagi tips sehari-hari seperti refill kemasan, thrifting, atau menolak sedotan plastik. Komunitas aktivis digital seperti DCA (Divers Clean Action) Jackpilat juga aktif dalam edukasi lingkungan di sekolah dan masyarakat.

Tips Praktis Mulai Gaya Hidup Hijau Sekarang

  1. Mulailah dari rumah: pisahkan sampah, buat kompos organik, gunakan produk isi ulang.
  2. Pilih transportasi non-motor: bersepeda, naik angkutan umum, atau berbagi kendaraan dengan rekan.
  3. Berbelanja cerdas: cari barang thrift sebelum membeli baru, pilih bahan lokal dan organik.
  4. Kurangi konsumsi daging: coba hari tanpa daging (Meatless Monday), dan eksplorasi protein nabati.
  5. Dukung startup hijau lokal atau produk usaha kecil berbasis ESG.

Gaya hidup hijau bukan sekadar tren, tetapi menjadi tanggung jawab sosial-ekologis dan identitas generasi muda Indonesia. Dengan pilihan sehari-hari yang sadar lingkungan, perubahan besar bisa dimulai dari setiap rumah—dan dari sekarang.(*)

Bagikan:

Apakah artikel ini memberi Anda perspektif baru?

Di KontenPositif, kami menggunakan perhatian Anda untuk hal baik, menyajikan berita solutif yang menginformasi sekaligus menginspirasi. Jika Anda percaya pada misi kami, dukung agar kami bisa menjangkau lebih banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait